Saya menderita kanker usus besar stadium 3, yang bersifat terminal, ketika saya berusia 70 tahun. Sel kanker telah menyebar ke 3 kelenjar getah bening saya. Usus besar saya diangkat melalui operasi pada Agustus 2008. Bagian yang terkena sangat parah, berukuran 18 cm atau 7 inci [laporan medis saya terlampir pada catatan perawatan di Terapi Bioresonansi (BRT) Centre]. Dokter rumah sakit memberi tahu saya bahwa tingkat kelangsungan hidup saya hanya antara 1–5 tahun. Dia sangat menyarankan saya untuk menjalani kemoterapi. Setelah saya mengajukan serangkaian pertanyaan penting, beliau menjawab sebagai berikut:
- Tidak ada jaminan sel kanker akan benar-benar hilang secara permanen.
- Kanker bisa kambuh meskipun sudah menjalani kemoterapi.
- Kemoterapi membunuh sel baik maupun sel jahat sekaligus, sehingga beberapa pasien mungkin tidak selamat, bukan karena kanker, tetapi karena penyakit lain, karena sistem imun mereka melemah.
- Kemoterapi hanya meningkatkan peluang pemulihan saya sebesar 33%.
- Biaya kemoterapi tidak murah, dan bagi sebagian orang mungkin menimbulkan efek samping seperti mual dan masalah lainnya.
Saat saya merenungkan hal-hal di atas, seorang teman saya yang salah satu ginjalnya pernah diangkat karena kanker, menyarankan agar saya tidak melanjutkan kemoterapi, tetapi memilih BRT, karena ia telah pulih dengan baik melalui perawatan ini. Saya merasa sangat beruntung, karena saat itu saya menerima saran yang tepat. Saya tidak menyadari bahwa ada perawatan alternatif semacam itu.
Melalui pemeriksaan di BRT, terdeteksi 10 titik di dalam tubuh saya terinfeksi virus. Kondisi saya setelah operasi cukup buruk. Kelelahan membuat saya sesak napas bahkan saat berbicara. Saya sangat bersyukur kepada teman saya yang memberikan rekomendasi tepat waktu ke BRT. Saya kehilangan 18 pon selama masa pemulihan pasca operasi. Hingga saat ini, saya telah mendapatkan kembali 14 pon dan saya yakin serta nyaman mengatakan bahwa saya berada dalam kondisi sehat prima.
Bagi semua yang meragukan BRT, izinkan saya memberi contoh teman saya yang mengalami kemajuan pesat selama perawatan ini. Saya pun mencapai hasil yang sama. Saya mengambil kesempatan ini untuk berharap bahwa cerita saya dapat menginspirasi Anda menjadi mindset yang positif dan percaya diri.
Sebelum saya mengakhiri, saya ingin menekankan bahwa kanker bukanlah “hukuman mati”. Kita harus menghadapinya dengan tegar, karena apakah kita maju atau mundur, semuanya tergantung pada mindset kita. Segalanya dimulai dari sini. Kita dapat memperpanjang hidup dengan:
- Menjalani perawatan BRT tanpa menunda.
- Memiliki sikap positif, iman, harapan, dan keyakinan. Jangan pernah berpikir negatif karena itu adalah cara tercepat untuk merosot. Begitu tren ini terjadi, tidak ada perawatan atau obat yang dapat memperbaikinya.
- Mematuhi diet, obat, atau suplemen yang dianjurkan.
- Berdoa sesuai agama masing-masing untuk mendapatkan kenyamanan dan kekuatan batin yang kita butuhkan. Setiap hari baru yang kita saksikan matahari terbit adalah bonus, dan kita harus bersyukur kepada Tuhan.
- Ingatlah, jalani satu hari demi satu hari.





















