Ibu dari Xavier Chia (9 tahun)

“Anak saya, Xavier, telah menderita kondisi di atas sejak ia berusia lima tahun. Kondisinya semakin memburuk seiring bertambahnya usia.

Ia sering bersin di pagi hari dan tengah malam, yang sangat mengganggu tidurnya. Lebih parah lagi, matanya akan merah, gatal, dan berair setiap kali konjungtivitis alerginya kambuh. Kadang kondisinya begitu parah sehingga ia merasakan sakit menusuk di matanya dan penglihatannya menjadi kabur. Dengan iritasi mata yang parah seperti itu, Xavier tidak bisa menjalankan kegiatan rutinnya, seperti mengerjakan PR, belajar untuk ujian, dan mengikuti ekstrakurikuler. Hal ini sangat menegangkan bagi dia maupun kami.

Kami telah berkonsultasi dengan beberapa spesialis mata dan diberitahu bahwa masalah ini bersifat turun-temurun. Kami disarankan bahwa ia akan bisa sembuh seiring bertambahnya usia. Biasanya, ia akan diberikan obat tetes mata (baik yang berbasis antibiotik maupun steroid) dan obat antihistamin untuk meringankan masalahnya. Obat-obatan ini memang bekerja, tetapi tidak lama kemudian, kambuh kembali. Hati kami hancur setiap kali melihatnya menderita.

Suatu hari, saya melihat iklan BRT Oasis of Hope di koran dan memutuskan untuk membawa Xavier ke BRT Oasis of Hope. Kami memutuskan untuk mencoba terapinya dan mendaftar untuk satu siklus perawatan sebanyak 10 sesi. Setelah 3 hingga 4 sesi, rhinitis Xavier membaik! Tidak hanya bersinnya berkurang secara signifikan, ia juga merasa lebih sehat secara keseluruhan, dan selalu menantikan sesi perawatannya.

Terapisnya hangat, ramah, dan penuh perhatian. Ia selalu bercakap dan bercanda dengan Xavier, membuatnya merasa nyaman. Kami sangat terkesan dengan profesionalisme dan dedikasinya terhadap pasien. Saat kami mulai melihat perbaikan pada kesejahteraan Xavier secara keseluruhan, kami melanjutkan satu siklus perawatan lagi. Meskipun konjungtivitis alerginya kadang-kadang masih menyerang, tingkat keparahannya berkurang dan kini lebih bisa ditoleransi oleh Xavier. Bahkan, serangan tersebut juga bisa hilang tanpa obat apapun.

Kadang-kadang, kami tetap menggunakan obat tetes mata non-steroid untuk Xavier dan memberinya antihistamin. Namun, ia tidak perlu lagi berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat tetes mata berbasis antibiotik atau steroid. Sekarang, Xavier adalah anak yang jauh lebih bahagia.

Kami sangat senang melihat hasil hanya dalam 3 bulan, dan kami percaya akan ada peningkatan lebih lanjut pada kondisi Xavier dengan perawatan BRT.

Terima kasih, BRT!”