Orang tua dari Rachael Tay (4.5 tahun)

“Ketika putri saya, Rachael, mulai makan makanan padat pada usia 8 bulan, kami menyadari bahwa nafsu makannya kurang baik. Meskipun ia sudah bisa berjalan, ia selalu ingin digendong. Ia mudah menangis dan sering gelisah. Sistem kekebalannya rendah, dan ia pernah dirawat di rumah sakit dua kali karena mycoplasma. Ia juga mudah tertular penyakit menular melalui udara, dan pernah didiagnosis HFMD yang memerlukan waktu pemulihan 5 minggu, dibandingkan periode pemulihan normal 10 hari.

Kami memutuskan untuk membawa Rachael ke BRT, Oasis of Hope, untuk menjalani pemeriksaan menyeluruh. Terapis kami menemukan banyak bakteri, virus, dan logam berat dalam tubuhnya, dan menyampaikan bahwa sistem imunnya sangat rendah. Setelah 8–10 sesi perawatan, kami melihat tingkat energinya meningkat. Ia menjadi lebih enerjik dan senang berlarian. Nafsu makannya juga membaik. Kami juga menyadari bahwa BRT sangat efektif, karena perbaikan pada masalah kulit Rachael terlihat signifikan. Pembengkakan, sensitivitas kulit, dan ruam sembuh dengan sangat cepat.

Kini, sistem kekebalan Rachael lebih kuat. Ia jarang sakit, dan jika pun sakit sesekali, ia pulih dengan cepat. Kami pikir kondisinya sudah sangat baik, sehingga memutuskan untuk berhenti sementara dari perawatan BRT. Enam bulan kemudian, Rachael tiba-tiba mengalami bintitan di bawah kelopak matanya. Awalnya, kami tidak terlalu mempermasalahkannya, namun bintitan itu mengeras dan terlihat jelas. Saat itu, kami diberi dua pilihan: membiarkannya dan berharap sembuh sendiri dalam 2 tahun, atau menjalani operasi pengangkatan. Kami memilih untuk kembali menjalani perawatan BRT, dan dalam beberapa sesi, bintitan itu hilang.

Sekitar sebulan yang lalu, saya menyadari bahwa mata kanan Rachael tampak malas dan bergerak lebih lambat dibanding mata kiri. Setelah dua sesi perawatan, kedua matanya dapat bergerak bersamaan. Kami sangat menghargai kesabaran terapis kami, yang telah menjelaskan kemungkinan penyebab setiap kondisi kesehatan dari perspektif Pengobatan Tradisional Tiongkok (TCM). Terima kasih, BRT!”